Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2018

Singing Hill - EXEC_HARVESTASYA

This song told about the legend revolves around a priestess named Harvestasya (Harvestasha), who fell in love with the village elder's son named Myu.
One day, Myu collapse from an unknown sickness and would not wake up.
Drown in sadness, Harvestasya figured about a legend of [Singing Hill] where the Goddess of Song reside. In the world where songs are power, Harvestasya begun on a journey to seek the Goddess in [Singing Hill] and ask her for a song to save Myu.



This story has a sequel presented in the song titled Afezeria HARVESTASYA (Blessed Harvestasya)


Title: 謳う丘 ~EXEC HARVESTASYA/.~
Utau Oka ~EXEC HARVESTASYA/.~; Singing Hill ~EXEC HARVESTASYA/.~
Language: Japanese, Hymmnos
Vocal: 志方あきこ / Akiko Shikata
Album: RAKA
Credits of Hymmnos translation belongs to: Aquagon and AbstractGarden


Senin, 23 Oktober 2017

The Sacrifice of Rhaplanca

Legends of Rhaplanca, or sometimes called as Myths of Rhaplanca, are a series of tales known by the people of Metafalss. Metafalss or Meta Falss (defined as "Province of Falss" in Hymmnos language) is a region in the world of Ar Ciel ("This World").



Salavec Rhaplanca or The Sacrifice of Rhaplanca, is one from the three lines or sub-stories of Legends of Rhaplanca. This line basically told about Rhaplanca that becomes a sacrifice to save her people from destruction.

Singing Hill ~The Sacrifice of Rhaplanca~ is one of song that told the story belongs to the Salavec Rhaplanca line. Rhaplanca was a princess, while Maoh was a knight in the city of Lelentas. They both grew alongside together, and Maoh developed feelings of love toward Rhaplanca. However, Rhaplanca rejected his feelings knowing that she would only cause him sadness. Later in the story, Rhaplanca was taken by the priests of Lelentas, who made her into sacrifice of ancient oath: that "God" would provide the city with power and prosperity for as long as they sacrificed to it a girl per year. 
 

Senin, 25 Januari 2016

Alice in Wonderland

Petualangan Alice dalam Dunia Fantasi

Alice's Adventures in Wonderland, atau lebih dikenal dengan nama Alice in Wonderland; adalah sebuah novel yang dibuat oleh Charles Lutwidge Dodgson dengan nama pena Lewis Carroll pada tahun 1865. Novel ini menceritakan tentang sebuah gadis cantik bernama Alice yang jauh ke dalam lubang kelinci dan sampai ke sebuah dunia aneh bernama Wonderland yang dipenuhi oleh berbagai mahluk imajinatif.

Kisah ini juga diangkat dalam film "Alice in Wonderland (2010)", "Adventures in Wonderland (1991)", dan "Alice in Wonderland versi Walt Disney (1951)".



Minggu, 22 November 2015

Tambatan Harapan Vytynanky

Tugas: Cerpen Budaya
Mata Kuliah: Penulisan Kreatif
Oleh: Hizkia Dwiatmaja
1400410023/Digital Communication
Surya University 

Tambatan Harapan Vytynanky




            “Selamat datang!” sapa seorang gadis melihat sekelompok pria yang masuk ke dalam kedai. Dari wajah mereka, terlihat usia yang berbeda dari muda hingga setengah baya. Baju-baju yang mereka gunakan sudah tidak rapi dan digunakan sekenanya, menandakan telah selesai dalam pekerjaan mereka. Muka-muka yang terlihat lelah kembali tersenyum melihat datangnya gadis yang menyapa mereka. “Hai Laurel, apa kabar? Bagaimana sekolahmu?” ujar seorang pria setengah baya dalam kelompok tersebut sambil berjalan menuju sebuah meja kosong yang telah tertata rapi. Gadis yang disapa Laurel itu mengenakan seragam lengan pendek dengan rok yang sedikit mengembang. Di atas roknya terdapat lap makan seperti pelayan kedai pada umumnya.
“Menjelang Natal sekolah sudah tidak sesibuk seperti biasanya, jadi aku bisa membantu ayah di kedai. Aktivitas sekolah hanya tinggal ujian akhir saja,” ucap Laurel dengan riang. Rambutnya yang diikat model ekor poni bergoyang-goyang ketika ia mengangguk sambil menuntun para pria itu ke tempat duduk. 

Selasa, 20 Oktober 2015

Kalau Begitu, Aku Akan Pergi Terlebih Dahulu



Tugas: Cerpen (Versi pendek)
Mata Kuliah: Penulisan Kreatif
Oleh: Hizkia Dwiatmaja
1400410023/Digital Communication
Surya University 
Adaptasi: Manga


Kalau Begitu, Aku Akan Pergi Terlebih Dahulu


            Aku benci dengan keramaian. Tempat dimana orang-orang berkumpul membuatku merasa tidak nyaman. Namun disinilah aku selalu menemukan diriku. Langit-langit yang rendah, tempat yang sesak, juga suara-suara bising yang tidak pernah berhenti. Tempat ini bagaikan tempat pengasingan yang sudah menjadi ritual sehari-hariku setiap perjalanan dari dan menuju sekolah. Pria, wanita, remaja, orang-orang tua dari berbagai latar dan masalah, tidak terlepas dari tempat ini. Aku berdiam dalam kebisingan sambil menyeka rambut panjangku, berharap untuk mengurangi hawa pengap yang kurasakan. Mendengar teriakan-teriakan seperti “Hei kau!”, “Bahumu menyenggolku!”, juga makian seperti “Bodoh!”, bagaikan seni penghias ruangan yang selalu baru. Meski aku melaluinya setiap hari, aku tetap tidak pernah merasa terbiasa dengan suasana seperti ini. 

Rabu, 14 Oktober 2015

Cerita Bergambar Anak - Kacang Buruk Rupa

Tugas: Cerita Kreatif
Mata Kuliah: Penulisan Kreatif
Oleh:
Hizkia Dwiatmaja/1400410023
Ricky Wijaya/1400410032
Tirza Cristabel/1400410033
Fachri Widi/1400410001
Octavania/1400410026
Digital Communication/Surya University