Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

Wawancara dengan Marin Sakurai, Vokalis & Dancer Kawaii Metal



Siapa yang tidak kenal BabyMetal?
Grup penyanyi sekaligus dancer dari Jepang yang terkenal dengan music Rock-Metalnya.

Eh, jangan salah,
Grup BabyMetal ternyata juga punya grup formal dari Indonesia yang meng-cover lagu-lagunya, dikenal dengan grup idol KawaiiMetal!

KawaiiMetal beranggotakan Marin, Linda, dan Ceinyan, yang aktif membawakan lagu-lagunya di Tangerang, dan event-event seputar Jabodetabek.

Berikut dari salah satu event Japan Festival di Bintaro Jaya XChange Mall.




Oleh: Hizkia Dwiatmaja
Mata Kuliah: Dasar Jurnalistik
Dosen: Vinna Waty Sutanto
Universitas Surya/Digital Communication 

Wawancara Interview Dengan Merry Riana, Entrepreneur dan Motivator

Maaf baru sempat di upload...
Tapi dapat wawancara dengan Merry Riana merupakan suatu kehormatan.
Saya senang berbagi dan mendapat inspirasi dari Miss Merry.  

Oleh: Hizkia Dwiatmaja
Tanggal: 7 Desember 2015
Mata Kuliah: Dasar Jurnalistik
Dosen: Vinna Waty Sutanto
Program Studi/Universitas: Digital Communication/Surya University





Interview with Merry Riana
By Hizkia Dwiatmaja (Universitas Surya)

1.      Apa yang memotivasi Anda untuk menjadi seorang motivator?
Hasrat saya adalah untuk membantu orang mencapai impian dan tujuan pribadi mereka, dan saya merasa sangat senang karena hal ini sudah menjadi kegiatan utama saya sehari-harinya. Ketika orang-orang bertanya kepada saya bagaimana saya telah berhasil sampai sejauh ini dari keadaan menyedihkan saat baru saja lulus dari Universitas, saya memberitahu mereka tentang formula sukses pribadi saya yang utama: Vision-Action-Passion (Visi-Tindakan-Hasrat). Pada dasarnya, ini adalah proses tiga langkah yang dimulai dengan memiliki Visi, yang adalah untuk mengetahui apakah tujuan kita. Berikutnya, kita akan harus berkomitmen untuk mengambil Tindakan yang akan membawa kita lebih dekat dengan tercapainya Visi tersebut. Akhirnya, kita harus memiliki Hasrat untuk menikmati seluruh prosesnya meskipun banyak rintangan dan kegagalan yang akan kita alami. Ketiga langkah ini, ditambah dengan kerja keras, telah memungkinkan saya untuk mencapai impian dan keberhasilan hari ini.

Minggu, 11 Oktober 2015

Deskripsi Kampus


Tugas: Penulisan Pengalaman Deskriptif  Kampus
Mata Kuliah: Penulisan Kreatif 
Dosen: Helena Rebecca
Oleh: Hizkia Dwiatmaja
1400410023/Digital Communication


Akhir dari Liburan

            Ruang 202F. Setelah dua bulan lamanya aku tidak menginjakkan kaki di sebuah ruangan kelas, aku mulai melangkahkan kakiku menuju ruangan tersebut. Perasaan berdebar-debar sekaligus cemas memenuhi dadaku. Bayangkan saja, sudah dua bulan aku tidak berada di kampus dan bertemu dengan teman-teman. Pastinya aku akan merasa canggung untuk memulai percakapan. “Apakah mereka akan membicarakan pengalaman liburan mereka? Apakah yang harus kukatakan apabila  mereka menagih oleh-oleh?”, aku memikirkan berbagai kemungkinan tersebut.
Belum selesai aku berimajinasi, kakiku telah mengantarku sampai tepat di depan ruang 202F. Pintu besar yang terbuat dari kayu dengan jendelanya terbuka begitu saja. Ketika aku mulai melangkahkan kakiku masuk ke dalam ruangan,  terlihat bangku khas kampus yang berwarna hijau dengan meja lipatnya, tertata rapi enam baris di sebelah kanan dan empat baris di sebelah kiri sejumlah lima deret masing-masingnya. Pada bagian kanan depan kelas terdapat meja dan kursi khusus untuk dosen yang tidak pernah berubah letaknya. Komputer PC yang selalu menemani meja dosen terlihat berdebu menandakan dua bulan lamanya tidak terpakai. Saat aku melihat ke langit-langit ruangan, terdapat lampu-lampu menyala terang yang diselingi oleh beberapa air conditioner yang menyerupai ventilasi. Tidak adanya saklar dan remote AC membuat setiap orang yang baru pertama kali masuk ke dalam ruangan akan langsung mengetahui bahwa setiap lampu dan air conditioner yang ada hanya dapat dinyalakan dari kantor pusat. Tepat di bagian tengah langit-langit, sebuah proyektor terpasang sempurna menghadap ke papan tulis putih pada dinding di depan kelas. Terdapat sebuah layar yang dapat ditarik dari bagian atas papan tulis untuk menangkap proyeksi gambar ketika dibutuhkan. “Hmm, pemandangan yang sama, kelas yang tidak berubah, dan suasana yang tetap familiar, meskipun sudah dua bulan.”, gumamku dalam hati.
Woy!”, tiba-tiba terdengar suara yang memfokuskan pandanganku kembali setelah dari tadi melayang-layang dalam ruangan. Ternyata sudah ada beberapa orang yang duduk diam dalam ruangan ini. Temanku menyapa kembali dengan guyonan yang seperti biasa. “Hei!” ujarku yang mencoba untuk membalas sapaannya seadanya. Aku mulai beranjak ke kursi hijau sederet dengannya untuk mengumpulkan kembali tenaga yang terpakai dari perjalanan dua lantai kampus. “Gimana lu?”, sapaan demi sapaan dilanjutkan dengan perbincangan kecil. Ternyata pembicaraan yang sudah dua bulan lamanya tidak terucap bisa berjalan dengan lancar tanpa rasa canggung. Mungkin sebenarnya rasa cemas tadi saat pertama aku melangkahkan kaki ke ruangan ini tidak diperlukan.